HA_Professional Support

Click here to edit subtitle

News

Penganugerahan Tahun Kunjungan Wisata 2012

Posted by Heru Nusantara on January 15, 2013 at 4:05 AM Comments comments (0)




28-Des-2012 22:00


Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Dr. Sapta Nirwandar memberikan penghargaan kepada segenap insan pariwisata yang telah memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pencapaian target kunjungan 8 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta 245 juta wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan di dalam negeri pada 2012.  Penghargaan tersebut disampaikan dalam acara  Penganugerahan Tahun Kunjungan Wisata 2012 yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Jumat malam (28/12).
“Berdasarkan angka sementara, Januari – Oktober 2012, jumlah kunjungan wisman sudah mencapai 6.583.629 orang, diperkirakan apabila tidak meleset untuk dua bulan ke depan target wisman sebanyak 8 juta pada 2012 tercapai. Begitu pula untuk target perjalanan wisnus sebanyak 245 juta atau naik 6 juta dibandingkan tahun 2011 sebesar 239 juta optimis tercapai. Pada saatnya nanti Kepala Badan Pusat Statistik akan mengumumkan hasil perhitungan akhir,” kata Sapta Nirwandar.

Menurut Sapta Nirwandar prospek pariwisata nasional sangat menjanjikan, di mana pada 2024 mendatang Indonesia bisa meraih kunjungan wisman sebanyak 20 juta dengan perolehan devisa sebesar US$ 20 miliar. Namun untuk menuju ke sana, kita perlu melalui tahapan-tahapan dengan  menetapkan target pertumbuhan yang signifikan,  sebagaimana untuk tahun 2013 sebesar 9 juta kemudian naik menjadi 10 juta wisman pada 2014.
“Untuk mencapai target tersebut adalah bukan tidak mungkin, tapi juga tidak mudah. Oleh sebab itu kita memerlukan dukungan berbagai pihak seperti Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan air seat capacity. Pada 2013, kita perlu meningkatkan pelayanan, diferensiasi produk, serta yang  tidak kalah pentingnya adalah pengembangan destinasi dan produk yang ada di setiap destinasi unggulan beyond Bali,” kata Sapta.
Pada kesempatan itu Wamen Parekraf mengajak semua pihak menyongsong tahun 2013 bersama-sama mengembangkan dan mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia. Optimisme pencapaian target, Kata Sapta Nirwandar,  tidak terlepas dari komitmen kerja keras semua insan pariwisata, pemangku kepentingan pariwisata, termasuk mitra kita dari instansi terkait dan industri pariwisata dalam dan luar negeri.
“Sebentar lagi kita jelang 2013 dengan semangat dan optimisme yang baru. Kita mengharapkan kiranya 2013 akan lebih baik daripada 2012, untuk itu kita menetapkan target optimistis kunjungan wisman sebanyak 9 juta dan tahun 2014 sebesar 10 juta,” kata Sapta.
Wamen Parekraf Sapta Nirwandar pada kesempatan itu memberikan penghargaan Penganugerahan Tahun Kunjungan Wisata 2012  kepada PT Panorama Tour and Travel (Biro Perjalanan), Shangri La  (Perhotelan), PT Garuda Indonesia Tbk (Airlines), Kasim Ghazali dan Dwiki Darmawan (Ekonomi Kreatif), Pemkot Sawahlunto (Pemda), serta penghargaan lifetime achievement  yang diberikan kepada Joop Ave mantan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel). (Puskompublik)

Kemenparekraf Promosikan Indonesia Sebagai Destinasi Pariwisata Syariah Dunia

Posted by Heru Nusantara on January 14, 2013 at 4:45 AM Comments comments (0)



20-Des-2012 19:00




Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan Dewan Syariah Nasional hari ini mengadakan event soft launching Peningkatan Program Pariwisata Syariah di Indonesia bertempat di the Empire Palace, Surabaya, yang akan dihadiri  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sapta Nirwandar, Gubernur Jawa Timur dan Ketua Dewan Syariah Nasional, menandai mulai aktifnya pengembangan dan promosi Indonesia sebagai destinasi Wisata Syariah dunia.
Kemenparekraf menyadari adanya minat yang sangat tinggi untuk Wisata Syariah di Indonesia, sementara produk dan pelayanan untuk Wisata Syariah sendiri sudah ada sejak lama. Untuk itu Kemenparekraf berinisiatif mendorong potensi pengembangan Wisata Syariah di Indonesia. Seperti juga negara-negara lain di dunia, Indonesia memiliki beberapa destinasi wisata yang sudah mulai menawarkan produk dan pelayanan wisata dengan nilai-nilai syariah yang diminati oleh wisatawan muslim.
Data populasi muslim dunia sebanyak 1,8 milyar atau 28% total populasi dunia. Dan wisatawan muslim sudah berkontribusi sekitar sekitar US$ 126 milyar pada tahun 2011. Sedikitnya ada 9 destinasi wisata yang saat ini mempunyai potensi untuk dipromosikan sebagai destinasi Wisata Syariah yaitu Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makasar, Lombok.
Pengembangan pariwisata syariah sejalan dengan amanat Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dimana didalamnya disebutkan mengenai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan juga tentang kode etik pariwisata dunia yang menjunjung tinggi budaya dan nilai – nilai lokal.

Pariwisata Syariah dapat didefinisikan sebagai berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah yang memenuhi ketentuan syariah. Pariwisata Syariah memiliki karakteristik produk dan jasa yang universal, keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh semua.
Semua pelaku usaha pariwisata dapat menyesuaikan atau mengaplikasikan nilai-nilai etika tersebut pada produk dan jasa usahanya sehingga dapat memperluas pasar tanpa meninggalkan pelanggan yang sudah dimilikinya. Produk dan jasa wisata, objek wisata dan tujuan wisata dalam Pariwisata Syariah adalah sama dengan produk, jasa, objek dan tujuan pariwisata pada umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika Pariwisata Syariah, jadi tidak terbatas hanya pada wisata religi saja.
Dalam upaya mengembangkan dan  mempromosikan Wisata Syariah di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri dari Industri Pariwisata, Akademisi, dll; melakukan serangkaian program yang antara lain diskusi dengan para pendidik, ulama, dan industri pariwisata, peninjauan lapangan ke daerah dan studi ke negara-negara yang sudah berkembang Wisata Syariah nya. Hasil akhir dari program ini mencakup :

1.      Dari sisi Produk, Kemenparekraf menyiapkan standarisasi usaha Wisata Syariah (Hotel, Restoran, Spa, Biro Perjalanan Wisata, dll).
2.    Dari sisi SDM, Kemenparekraf akan bekerja sama dengan beberapa pihak, antara lain dengan  universitas-universitas, dalam rangka menyiapkan SDM yang memenuhi kebutuhan industri Wisata Syariah (sertifikasi), seperti guide, customer service di hotel, dll.
3.    Dari sisi Promosi, Kemenparekraf mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang ramah, aman dan nyaman bagi wisatawan muslim dan kedepannya akan melakukan sosialisi ke daerah – daerah serta mengikuti event-event bursa Pariwisata Syariah di luar negeri.


Pada kesempatan yang baik ini dilakukan peluncuran buku dan booklet Pariwisata Syariah dari Kemenparekraf, serta peluncuran 1 buku dari pelaku bisnis Wisata Syariah sebagai referensi pengembangan destinasi Wisata Syariah.
Selain itu pada acara hari ini dilakukan pula penandatanganan MoU antara :
·      Kemenparekraf dengan MUI terkait sosialisasi pembinaan  aspek kesyariahan untuk stakeholders Pariwisata Syariah;
·      Kemenparekraf dengan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU) terkait peningkatan kapasitas SDM Pariwisata Syariah;
·      Sofyan Hospitality dengan Crescentrating.

Rangkaian acara soft launching diselenggarakan kegiatan seminar prospek bisnis wisata syariah, yang akan menghadirkan 4 pembicara  yaitu:
1.    Fazal Bahardeen, Crescentrating - Singapura
2.    Hj. Abdul Rahman Shaari, Islamic Tourism Center - Malaysia
3.    Riyanto Sofyan, pelaku bisnis Wisata Syariah
4.    Prof. A. Zahro,  Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU).