HA_Professional Support

Click here to edit subtitle

News

Tak Bayar Pajak, Tiga Tempat Usaha di Medan Terancam Ditutup

Posted by Heru Nusantara on March 28, 2013 at 11:05 AM

beritasumut.com, Rabu 27 Maret 2013, Pajakonline.com

Pusing photo stress3_zps9d3e6ca3.jpg


Medan, (beritasumut.com) – Selama dua bulan melaksanakan operasi secara rutin, Tim Terpadu Penegakan Peraturan Daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Medan Tahun 2013 berhasil memperoleh pemasukan sebesar Rp401.690.773 dari sejumlah wajib pajak yang selama ini menunggak pajak.

Selain itu Tim Terpadu juga akan mengambil tindakan tegas terhadap 3  tempat usaha sesuai dengan peraturan berlaku karena terbukti tidak memiliki izin dan tidak membayar pajak selama ini.

 

Demikian disampaikan Kadis Pendapatan (Kadispenda) Kota Medan M Husni SE MSi  didampingi Kasatpol PP M Sofyan dalam rapat tentang pemaparan hasil kerja Tim Terpadu Penegakan Perda yang dihadiri Satpol PP, Dispenda, Disperindag, Dinas TRTB, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Polresta Medan dan Kodim 0201/BS di Ruang Rapat Insepktorat Kota Medan, Selasa (26/03/2013).

 

“Berkat kerja keras tim yang telah bekerja selama dua bulan, sejumlah wajib pajak telah melunasi  tunggakan pajaknya. Total pelunasan tunggakan yang kita terima sebesar Rp401.690.773,” kata Husni.

 

Menurut Husni, pelunasan tunggakan pajak  sebesar Rp401.690.773 diperoleh dari 4 wajib pajak yakni Hotel El Bruba Jalan Perintis Kemerdekaan sebesar Rp31.690.492, Griya Dome Jalan T Amir Rp33.285.614, Traveller Suite Jalan Listrik Rp262.327.035 dan Hotel Sakura Jalan Prof HM Yamin Rp74.468.632.

 

Selain itu, lanjutnya, ada 5 wajib pajak yang telah mendatangi Kantor Dispenda Medan dan membuat pernyataan bersedia membayar tunggakan pajak dengan jalan mencicil. Adapun kelima wajib pajak itu masing-masing Hotel Sunggal Jalan Gatot Subroto/Pantai Barat dengan jumlah tunggakan sebesar  Rp414.888.347, Hotel Labana Jalan Abdullah Lubis Rp344.093.815, Hotel Royal Perintis Jalan Perintis Kemerdekaan Rp134.666.449, Hotel Semarak International Jalan Sisingamangaraja Rp972.775.154 dan RM ACC Jalan Sisingamangaraja Rp317.938.828.

 

Yang lebih menggembirakan lagi, ungkap Husni, sebanyak 7 perusahaan yang selama ini tidak terdaftar sebagai wajib pajak kini telah bersedia mendaftar sebagai wajib pajak setelah tempat usahanya didatangi tim. Ketujuh tempat usaha itu yakni Rumah Makan (RM) Zamzam Jalan Sisingamangaraja, RM Kampung Halaman Jalan HM Jhoni, RM Ayam Kremes Jalan HM Jhoni, Yummy Food Court Komplek Asia Mega Mas, Waroeng Mas Anto Jalan Ring Road, Food Court Complek Medan Fair Lantai IV (mendaftar hanya KFC) dan Seribu Pulau Jalan Sekip.

 

Selanjutnya Husni menjelaskan, meski telah didatangi tim, masih ada tiga tempat usaha yang masuk kategori membandel karena tidak memenuhi aturan-aturan yang berlaku baik dari sisi perizinan maupun tunggakan pajak. Ketiga tempat usaha itu yaknik Ayam Penyet Jogya/IGa Iga Bakso Jalan Sakti Lubis  dengan jumlah tunggakan sebesar Rp55.490.000, Paparonz  Pizza Jalan Gajah Mada Rp87.234.857 dan Batagor Ihsan Jalan Setia Budi Rp98.339.293.

 

“Berdasarkan hasil keputusan dengan melibatkan instansi terkait ditambah dengan unsure dari Denpom, Kejari Medan, Polresta Medan serta Kodim 0201/BS telah sepakat untuk melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan berlaku. Landasan utama kita  melakukan tindakan tegas yakni terkait masalah perizinan. Selain tidak memiliki izin, ketiga tempat usaha tersebut tidak membayar pajak,” ungkapnya.

 

Penegasan senada juga disampaikan Kasatpol PP M Sofyan. Ketiga tempat usaha itu yakni Ayam Penyet Jogya, Paparonz Pizza dan Batagor Ihsan menurutnya termasuk kategori pelanggar Perda No 37 Tahun 2002 tentang retribusi izin usaha. “Jadi ketiga tempat usaha ini nyata-nyata telah diperingatkan melalui panggilan dan kunjungan tim ke lapangan ternyata tidak memiliki itikad baik. Karenanya sesuai dengan Perwal No 8 Tahun 2012 tentang mekanisme penegakan peraturan daerah di Kota Medan oleh Satpol PP, maka ini sudah mencukupi syarat untuk ditindak represif berupa penutupan usaha. Jadi tim telah sepakat ketiga tempat usaha ini akan ditutup,” tegas Sofyan.

 

Dalam masa penutupan, jelas Sofyan, ketiga tempat usaha itu harus memenuhi kewajibannya untuk mengurus izin usahanya masing-masing dan membayar kewajiban pajaknya. “Sebelum kewajiban ini dipenuhi, maka ketiga tempat usaha ini tidak diperkenankan membuka usahanya. Sebaliknya jika  mereka sudah melaksanakan kewajibannya, maka silahkan membuka kembali tempat usahanya,” jelasnya.

 

Sebelum dilakukan penutupan, Sofyan mengatakan ketiga tempat usaha itu terlebih dahulu diberikan surat peringatan untuk menutup sendiri tempat usahanya. “Setelah surat peringatan untuk menutup usahanya sendiri tidak direspon, maka kita tutup. Penutupan akan dilakukan Satpol PP beserta Tim Terpadu,” tegasnya.


Categories: General

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments