HA_Professional Support

Click here to edit subtitle

EXPERTISE/PELAYANAN

a.       Penyusunan Studi Kelayakan  aspek Pemasaran  dan Keuangan.

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, rentang waktu pengembalian investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

b.      Penyusunan Business Plan

Business Plan adalah dokumen yang disediakan oleh koorporasi selaras dengan pandangan dari konsultan profesionalnya yang memuat rincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecenderungan masa depan dari sebuah bisnis. Isinya mencakup analisis tentang manajerial, keadaan fisik bangunan, karyawan, produk, informasi tentang jalannya perusahaan selama ini dan posisi pasar dari perusahaan. Dengan kata lain Business Plan adalah pedoman bagi operator hotel untuk meraih tujuan perusahaan dalam konteks besaran profit yang telah dicanangkan oleh korporasi. Business plan dibuat dalam bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Business plan merupakan rencana perjalanan atau road map yang akan diikuti oleh operator dalam menjalankan operasionalnya. Business plan seakan-akan menjawab pertanyaan: Where am I now? Where am I going? How will I get there?

Mengapa Terjadi Kegagalan Dari Business Plan? Business plan yang kurang baik akan menyebabkan kegagalan dikemudian hari karena beberapa faktor:

Tujuan yang ditetapkan oleh pengusaha kurang masuk akal, pengusaha kurang memiliki tanggung jawab.

  • Korporasi tidak memiliki pengalaman dalam perencanaan bisnis.
  • Korporasi tidak dapat menangkap ancaman dan kelemahan bisnisnya sendiri.
  • Konsumen tidak mengharapkan adanya barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.


c.       Review Design Bangunan Hotel :

Dari hasil pengamatan selama mengerjakan proyek, rasanya

tidak pernah ada design yang benar-benar sempurna. Selalu ada saja ketidaksempurnaan pada design. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa jadi karena waktu yang dibutuhkan untuk mendesign suatu proyek terlalu singkat yang disebabkan oleh terbatasnya waktu untuk penyelesaian proyek itu sendiri.

Lalu apa manfaat dari review design itu sendiri? Berikut kami coba sampaikan beberapa manfaat yang cukup signifikan, dari langkah ini yaitu:

  • Antisipasi risiko kontraktor karena kesalahan design yang umum terjadi. Perlu diketahui bahwa risiko akibat kesalahan design umumnya berdampak besar, apalagi jika bangunan tersebut telah dioperasikan. Sebagai contoh, pada suatu proyek pembangunan hotel yang tidak mempertimbangan akses untuk arus tamu, karyawan dan supplier, pada prakteknya tentu saja akan mengganggu kenyamanan tamu pada saat pertama kali datang untuk menginap di hotel kita.
  • Mengurangi risiko-risiko yang sering terjadi pada masing-masing pekerjaan yang mengalami redesign sebagai langkah lanjutan dari review design. Pada proyek konstruksi telah diketahui banyak risiko pada masing-masing item pekerjaannya. Melakukan redesign akan mampu mengurangi dampak risiko-risiko tersebut. Misalnya sistem pelat struktur beton yang semula dengan sistem konvensional diubah menjadi sistem span deck atau precast half slab yang akan mengurangi risiko kelangkaan material kayu yang saat ini semakin sulit untuk didapat.
  • Menghindari kerugian dan bahkan menambah keuntungan atas bangunan atau outlet yang akan dibangun dengan pendekatan optimalisasi pendapatan dengan maksud untuk menghindari adanya idle space dalam sebuah komplek bangunan hotel.
  • Mempercepat pelaksanaan apabila hasil review design dilanjutkan ke tahap redesign dapat memberikan design yang mempercepat pelaksanaan.
  • Meningkatkan mutu pelaksanaan dan kehandalan bangunan apabila redesign menghasilkan design yang mampu meningkatkan mutu produk dan kehandalannya. Kadang ditemui design yang kurang sempurna dalam hal aspek mutu dan kehandalan.


d.      Evaluasi Kebutuhan FFE (Furniture,Fixture & Equipment)

Peralatan operasional yang dipergunakan dalam operasional hotel memiliki spesifikasi khusus yang dapat mencerminkan citra dari sebuah hotel, peralatan yang ada merupakan media expose bagi setiap produk barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Atas dasar fakta termaksud maka setiap ajuan pengadaan peralatan dari pihak supplier khsususnya harus melalui tahapan fit and proper agar sesuai dengan produk barang dan jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Kesalahan dalam pembelian atau pemilihan peralatan akan membawa dampak yang fatal bagi operasional hotel disisi lain juga berpotensi terjadi miss-investment.

e.        Penyusunan Struktur Organisasi

Penyusunan struktur organisasi dilakukan untuk menggambarkan kondisi organisasi dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaan yang ada guna mencapai tujuan organisasi tersebut, mencakup : 1. Pembagian dan pengelompokan tugas 2. Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada masing-masing kelompok tugas; 3. Hubungan tanggung jawab dan wewenang setiap bagian dalam setiap kelompok tugas; 4. Hubungan setiap kelompok tugas; 5. Aliran pekerjan; 6. Hubungan perintah dan hubungan koordinasi; 7. Aliran informasi yang diperlukan setiap kelompok pekerjaan; 8. Gambaran wewenang yang terdapat pada setiap kelompok organisasi. Penyusunan Struktur organisasi disusun berdasarkan 4 pilar yaitu: 1. Pembagian dan pengelompokan tugas;    2. Departementasi; 3. Hirarki; 4. Koordinasi.

f.       Penyusunan Standar Kompetensi Kerja

Penyusunan standar kompetensi ini ditujukan sebagai alat bantu evaluasi unjuk kerja, pemilihan karyawan, pengembangan staf, penyusunan uraian jabatan dan pengembangan program pelatihan bagi dunia industri dan dunia usaha. Disisi lain sebagai bahan referensi dalam melakukan pengembangan kurikulum dan program bagi institusi dan lembaga pendidikan, diklat dalam penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi serta sebagai bahan, konsep standarisasi kompetensi profesi sehingga mempunyai kualifikasi dengan berbagai keahlian.

g.      Rekrutmen Karyawan

Sumber daya manusia merupakan salah satu asset yang paling berharga bagi perusahaan,sebagi primary stakeholder dalam sebuah perusahaan,peran karyawan sangat dominan dalam menjalankan fungsi hotel sebagai entitas komersil untuk mendapatkan profit & benefit bagi perusahaan. Perekerutan karyawan seyogyanya dilakukan secara professional melalui tahapan fit & proper, sehingga diharapkan diadapat sumber daya yang memiliki intregritas dan kapabilitas yang tinggi dalam menjalankan fungsi-fungsi nya.

Tahapan perekrutan dilakukan melalui beberapa tahapan secara professional yaitu : Tes kesehatan, psikotes, capacity test.

h.      Penyusunan Job Description (JOD)

Penyusunan deskripsi jabatan (job description) dilakukan melalui suatu analisis jabatan dengan berpedoman  kepada beberapa konsep dasar yang dasar dijadikan pertimbangan, yaitu:

• Deskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakan tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggungjawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.

• Dalam deskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi/perusahaan dan prasyarat-prasyarat jabatan.

• Deskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan daripada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk di dalam skripsi jabatan akan menekankan pada aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.

• Deskripsi jabatan juga merupakan berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya diskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.

• Data yang tercatat dalam diskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan.

• Membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas wewenang maupun tanggung-jawab dari jabatannya. Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk penjabatan baru.

• Menjelaskan dan menjernihkan mengenai ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga dapat dihindari kemungkinan salah interpretasi, overlapping, dan sebagainya.

• Membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali sistem dan prosedur kerja dan lain-lain.


Deskripsi jabatan (job description) disusun untuk departemen-departemen sebagai berikut :

  • Front Office
  • Housekeeping
  • Food & Beverage Service
  • Food & Beverage Product
  • Marketing
  • Human Resource
  • Financial & Accounting

i.        Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP)

Maksud dan tujuan penyusunan Standar Operating Procedure adalah agar SOP dapat dijadikan pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja untuk mewujudkan good governance.

Standar Operating Procedure (SOP) disusun untuk departemen-departemen sebagai berikut :

  • Front Office
  • Housekeeping
  • Food & Beverage Service
  • Food & Beverage Product
  • Marketing
  • Human Resource
  • Financial & Accounting

j.        Pembekalan strategis CORPORATE CULTURE bagi seluruh Karyawan

Dalam sesi ini akan ditanamkan dalam setiap benak karyawan mengenai pentingnya Corporate Culture yang dibuat berdasarkan nilai-nilai yang diyakini benar oleh segenap anggota perusahaan dan selaras dengan Visi dan Misi perusahaan melalui buku pedoman kerja yang di desain khusus mengikuti culture dari Perusahaan.  Disampaikan bahwa Fungsi Corporate Culture antara lain adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota untuk mencapai tujuan perusahaan berupa ketentuan dan atau nilai-nilai yang harus diterapkan dan dilakukan oleh para anggota perusahaan.  Melalui sesi ini akan terasa manfaat Corporate Culture bagi perusahaan antara lain adalah dapat menciptakan SDM yang memiliki integritas, pengetahuan, keahlian/ketrampilan maupun sikap, perilaku dan moral yang baik sehingga mampu mendorong tercapainya Visi dan Misi. Sedangkan bagi karyawan, Corporate Culture akan menjadi acuan/pedoman berperilaku dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu berperan memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian Visi dan Misi perusahaan.
Pembekalan diberikan kepada seluruh karyawan minimal selama 2 (dua) hari atau kondisional.

k.      Pelatihan Karyawan

Pelatihan dilaksanakan dengan tujuan sebagai usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggungjawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya. Pelatihan didesain untuk mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang ada pada waktu yang bersamaan juga mewujudkan tujuan-tujuan dari para pekerja secara perorangan. Pengembangan (development) menunjuk kepada kesempatan-kesempatan belajar (learning opportunities) yang didesain guna membantu pengembangan para pekerja.

Metode pelatihan didesain sepraktis dan seefisien mungkin dengan pendekatan pola Off & On The Job Training.